Dari Jalan Kaki Hingga Kendaran Paling Canggih Didunia
Perubahan Peradaban Baru dalam Bertranspotasi
![]() |
Menjadi
bagian dari era milenial adalah hal yang luar biasa. Menyaksikan bagaimana
perubahan teknologi sangat tampak dan mengubah pola kehidupan sehari-hari. Hal ini dapat dilihat dari kecepatan internet yang meningkat, perubahan transportasi yang semakin baik, dan inovasi smathphone yang terus update. Dahulu handphone hanya
dapat digunakan untuk mengirim pesan, menerima dan melakukan panggilan telepon,
namun kini sebuah kotak tipis yang dapat digenggam itu, dapat memunculkan wajah penggunanya (video call), serta dilengkapi fitur-fitur canggih
lainnya. Berbagai teknologi tebaru yang dulunya merupakan mimpi belaka, dan
tidak pernah dibayangkan, kini satu persatu unjuk diri sebagai alat-alat
canggih.
Sobat semua tahu tentunya, mengenai cerita
leluhur kita yang masih berjalan kaki, dan menggunakan sepeda ontel dalam kegiatan
sehai-harinya. Bukan dengan alasan menjaga kesehatan dan olahraga, melainkan
karena belum adanya transportasi lain yang bisa digunakan. Menempuh puluhan kilometer
dengan berjalan kaki atau menggunakan sepeda, merupakan hal yang melelahkan,
dan kini menjadi hal yang sulit dibayangkan, betapa lelahnya hal tersebut bagi
generasi milenial saat ini.
Sobat
bisa bertanya kepada kakek dan nenek yang mungkin masih bersama hingga saat
ini, bagaimana orang tua zaman dulu melakukan aktivitas sehari-hari dengan
transportasi seadanya. Dalam berbagai cerita zaman dulu, disebutkan sebuah
ramalan yang mengatakan bahwa di masa depan nanti akan ada “terong” yang dapat
menyala. Sobat tentu tahu kan sayuran terong yang memiliki warna hijau atau ungu yang satu ini.
Ramlan
itu akhirnya terbukti, ketika Tomas Alva Edison menemukan bola lampu pijar yang
mengubah dunia. Terong itu pun kini kita kenal dengan istilah lampu. Sebuah
bola yang memancarkan sinar dengan tenaga listrik.
![]() |
Belum
meratanya pembangunan jalan di daerah-daerah, menjadi salah satu factor yang memperlambat mobilitas barang. Sepeda motor misalnya, meski sepeda motor mulai
ada di Indonesia sejak masa penjajahan Belanda, namun untuk pesebarannya baru
terasa akhir-akhir ini, kira-kira dalam rentan waktu 1960-an sampai sekarang.
Dimana infrastruktur sudah sangat membaik dan berkembang, meski masih ditemukan
beberapa ketimpangan pembangunan infrastruktur di daerah luar Pulau Jawa. Ini
merupakan hal wajar, mengingat kondisi geografis Negara kita yang berbentuk
kepulauan dengan alam yang masih murni di berbagai pulau.
Saat
ini sepeda motor bukan lagi barang mewah, hampir setiap lapisan masyaakat
memilikinya. Harga motor yang dahulunya lebih mahal dari harga tanah, dalam
waktu sekejap berbalik keadaannya. Begitu pula dengan mobil. Mobil bukan lagi
kendaraan mewah dan telah menjadi kendaraan pribadi yang umum dimiliki setiap
orang.
Namun,
murahnya harga motor dan mobil saat ini, menimbulkan masalah baru, yaitu
kemacetan yang meningkat. Perilaku masyarakat yang sangat konsumtif dengan
peningkatan yang sangat cepat, tanpa dibarengi pembangunan infrastruktur yang
seimbang ini lah, yang menjadi salah satu faktor penyebab kemacetan.
![]() |
Meski
demikian pemerintah terus melakukan upaya-upaya perbaikan dalam memajukan
transportasi. Kemajuan transportasi di Negara-negara asing pun menjadi acuan
bagi Indonesia untuk terus berkembang dan terus memperbaiki transportasi yang
ada, demi kenyamanan masyarakat, dan dengan harapan Negara Indonesia menajadi
negara yang lebih maju kedepannya.
![]() |
Perbaikan
transportasi umum seperti bus dan kereta dilihat sangat kentara perubahannya.
Adanya bus trans di beberapa kota yang cukup membantu masyarakat, dengan tarif
yang dinilai lebih murah merupakan sebuah kemajuan di bidang transportasi umum. Dibandingkan dahulu, ojek dan angkot menjadi satu-satunya pilihan. Dimana jika
dibandingkan, tarifnya tentu lebih mahal ojek atau angkot.
Pengadaan
KRL (Kereta Rel Listrik), MRT (Mass Rapid Transit) yang baru-baru ini eksis
dioprasikan di ibukota, dan LRT (Light Rail Transit). Cukup ramai diperbincangkan.
1
April 2019, MRT mulai dioprasikan. MRT menjadi solusi terbaru bagi kemajuan
transportasi di kota Jakarta. Fasilitasnya yang baik dan nyaman memberi
kepuasan bagi penggunanya. Diharapkan MRT menjadi salah satu solusi untuk
mengurangi tingginya kemacetan di ibukota.
Tak
hanya MRT, LRT juga diharapkan segera menyusul untuk berkontribusi dalam
mengatasi kemacetan.
“Tinggal
Tentukan Tanggal, LRT Jakarta Siap Beroprasi” judul sebuah artikel yang di rilis
Kompas.com.
“Dari
kami, dari segi kesiapan beroprasi sudah siap 100 persen,” kata Corporate
Communication PT LRT Jakarta Santy Pradayini kepada Republika.co.id, Ahad
(28/4).
Menurut
Republika.co,id,
LRT siap dioprasikan, hanya tinggal menunggu tanggal yang ditetapkan oleh
Pemprov DKI Jakarta.
Beralih
dari persoalan transportasi kereta yang semakin maju, ada transportasi lain
yang ikut mendampingi kemajuan transportasi dunia. Meski belum tersebar luas,
dan tak memiliki kemungkinan untuk menjadi alat transportasi utama, alat
transportasi ini bisa dijadikan acuan untuk perkembangan yang inovatif untuk
terus dipelajari, sehingga menciptakan penemuan-penemuan yang lebih baru.
1. Hyundai IONIQ SCUTER
![]() |
Sobat
tentu kenal transportasi yang melekat pada tokoh Teletubis ini. Sebuah scooter listrik
lipat yang sangat simpel, memiliki bobot ringan, sehingga mudah di tenteng.
Tentunya sebelum menggunakan MRT atau LRT dan transportasi umum lainnya, kita
terlebih dahulu akan menggunakan alat transportasi untuk menuju stasiun atau
halte bus jika hendak berpergian.
![]() |
Bagi
mereka yang bertempat tinggal di dekat stasiun dan halte mudah saja, cukup dengan
berjalan kaki. Tapi bagi masyarakat yang tinggal relatif jauh dari stasiun atau
halte, tentu membutuhkan alat transportasi lain dari rumah untuk menuju lokasi pemberhentian bus atau kereta. Nah, sobat dapat menggunakan
alat yang satu ini. Layanan ojek online memang sudah cukup menjadi solusi saat
ini, tapi tentunya Ioniq Scooter ini akan menjadi trobosan yang cukup bagus di
masa mendatang. Karena mudah di tenteng dan simple, alat ini tak akan
merepotkan untuk dibawa kemana-mana, bahkan Ioniq Scooter ini bisa dibuka
dengan satu tangan saja.
Untuk
membuatnya melaju, pengendaranya cukup menekan tuas pada ATV, sedang untuk
pengereman cukup menekan tuas rem ban belakang, atau melepas tekanan pada tuas
ATV.
Sebagai
penerangan, alat ini memiliki lampu depan dan belakang. Terdapat pula sensor
yang dapat mendeteksi kapan scooter listrik ini, aman untuk dinaiki dan
dikendarai.
2. Hover Car, Volkswagen
Volkswagen
(VW), adalah sebuah pabrikan otomotif berbasis
di Wolfsburg, Lower Saxony, Jerman yang memiliki dan mengungkap gagasan mobil
masa depan untuk rakyat China ini. Sobat tentu pernah melihatnya dalam film
animasi Doraemon yang berjudul “Stand By
Me”, sebuah kendaraan yang digunakan oleh Nobita dewasa. Sangat menarik,
karena sebuah mobil yang luar biasa ini, ternyata mungkin untuk diproduksi
secara masal.
![]() |
Hover car VW ini
menganut teknologi levitasi elektromagnetik yang membuatnya mampu melayang di
udara, dan dilengkapi sensor canggih, salah satunya sensor jarak untuk
mengantisipasi terjadinya benturan atau kecelakaan.
3. Walkcar
Walkcar
diciptakan oleh Insinyur dari Jepang, dimana merupakan alat transportasi
terkecil di dunia. Walkcar terbuat dari bahan aluminium yang mampu menahan
beban hingga 120 kg, walaupun fungsinya seperti mobil, tetapi alat ini beratnya
hanya 2-3 kg saja.
![]() |
Walkcar
ini mampu berjalan dengan tenaga baterai yang harus diisi selama tiga jam.
Kecepatannya mampu mencapai 10 km per jam, dengan jarak sejauh 12 km. Alat ini
dibandrol dengan harga kira-kira 100.000 yen, atau sekitar 9 jutaan.
Secara sekilas alat ini tak jauh beda dengan
Smartwheel. Meski bedasarkan spesifikasi dan
harga tentu jauh berbeda.
Jadi Sobat mau pilih
kendaraan yang mana nih, untuk berpartisipasi dalam era berteknologi tinggi saat ini?















