Tetap Bersukacita Meski Sesekali Terluka, Begitulah Pentingnya Sebuah Tujuan

March 18, 2019 Kiki Widayanti 0 Comments

Pinterest

Dari usia sekolah menengah atas, biasanya kita sudah meresahkan masa depan. Bagaimana dunia akan berjalan setelah ini. Kita kemudian tanpa sadar ingin tahu ke arah mana hidup ini akan membawa. Hal ini biasa kita sebut sebagai mencoba mencari jati diri. Ingin tahu apa yang sebenarnya kita inginkan, apa yang sesungguhnya kita kuasai, dan apa yang benar-benar kita butuhkan. Dan yang paling sering diresahkan adalah, bagaimana caranya menggapai semua itu.
Dunia ini memang penuh dengan kejutan, jauh sekali dari apa yang sudah kita rencanakan. Namun, apakah dengan demikian kita tidak perlu membuat perencanaan? Apakah lantas kita harus hidup sesuai alur. Alur yang mana? Bukankah terlalu berbahaya mengikuti semua alur. Karena hal itu berisiko membuatmu semakin tersesat dan tidak tahu arah.
Ada tiga tipe manusia di dunia ini :
Yang pertama adalah yang tidak tahu, apa tujuannya dalam hidup ini. Tidak tahu apa yang ia inginkan. Goals apa yang ingin ia capai. Dan bahkan tidak mau tahu.
Yang kedua adalah tahu goals yang ia ingin taklukan tetapi selalu gagal menjadikannya nyata kemudian menyerah karena tak punya motivasi yang kuat.
Dan yang ketiga adalah memiliki goals dan menyusun rencana untuk mewujudkannya, kebanyakan dari mereka selalu mencapai apa yang sudah menjadi tujuan.
Banyak dari kita merasa tidak punya tujuan hidup, merasa hidup ini akan baik-baik saja dengan mengikuti alurnya. Tidak punya tujuan berarti tidak perlu mengerahkan tenaga terlalu ekstra serta mencegah depresi.  Tetapi apakah benar? Realita di dunia ini adalah keadilan yang menyesakkan, bahwa manusia yang punya dan tidak punya tujuan akan ditempa dengan problematika. Tidak peduli kamu punya atau tidak sebuah tujuan hidup, tak peduli kamu adalah manusia yang tidak punya rencana dan menjalani hidup apa adanya. Dunia akan membuatmu berusaha keras untuk bertahan hidup. Dan itu pasti.
Tanyakan kepada hatimu, apakah benar kamu tidak punya tujuan hidup? Apakah kamu tidak punya keinginan yang begitu mendalam? Misalnya mengarungi dunia ini dan menemukan banyak hal baru? Atau apakah kamu hanya membohongi diri sendiri dan lari dari tanggung jawab untuk mencapai tujuan itu. Hal itu barangkali terjadi karena ketakutan-ketakutan yang kamu bayangkan. Takut pada risiko yang akan dihadapi.
Dan hal itu memperbesar risiko kita menjadi pengikut standar kehidupan orang lain atau mengikuti impian yang dimiliki orang lain tanpa melihat benarkah itu yang kita ingin dan butuhkan.
Kesalahan terbesar dari menentukan tujuan adalah, asal-asalan membuat goals. Menentukan tujuan hanya untuk punya sesuatu yang dikejar dan bukan karena punya motivasi yang kuat mengapa harus mencapainya. Itulah alasan mengapa banyak manusia dengan tipe kedua, yaitu menyerah dengan alasan “Aku tidak beruntung.” Atau “Yah, inilah takdirku.” Untuk menutupi ketidaksiapannya berjuang. Atau malah merasa sia-sia memperjuangkan hal ini. Karena tidak adanya motivasi.
Biasanya hal tersebut terjadi karena melihat orang lain melakukan hal yang sama, lalu ikut-ikutan melakukannya. Lalu suatu hari setelah banyak tenaga ia kerahkan, dia menyadari bahwa bukan inilah yang ia inginkan dalam hidup.
Kemudian bagaimana kita tahu apa sebenarnya tujuan hidup kita sendiri? Hal ini sejujurnya cukup mudah. Cukup menjadi peka terhadap diri sendiri. Apakah yang kamu butuhkan untuk mengarungi hidup ini? Apa hal yang paling kamu takutkan terjadi dalam hal ini? Apa yang benar-benar kamu sukai? Apa yang akan membuatmu bahagia dan sedih jika menjauhinya?
Jika kamu tahu apa yang kamu inginkan hal itu sudah cukup menjadi jawaban tujuan hidupmu. Aku, sejak kecil selalu suka membaca apa pun yang kutemui. Lalu suatu waktu menemukan sebuah buku cerita yang luar biasa, aku merasa bisa membuatnya juga suatu hari. Dari sanalah keinginanku terbentuk, menjadi penulis. Semakin besar menjadi semakin yakin karena selalu bahagia ketika menulis, dan merasa penuh usai merampungkan sebuah tulisan. Seolah energiku bertambah berkali-kali lipat. Lagi pula, memang hal ini yang kubutuhkan. Satu-satunya hal yang kukuasai, satu-satunya hal yang akan membantuku mencapai goals yang sudah kubuat. Menulis adalah jembatan untuk membantuku menjadi seseorang yang memotivasi orang lain, meski tidak bisa berdiri dan bercerita langsung di depan mereka. Menulis membantuku tetap di rumah meski sudah menikah. Menjalankan kewajiban sebagai seorang istri dan tetap bertumbuh menjadi orang yang bermanfaat. Sekaligus tetap berpenghasilan untuk membantu biaya pendidikan adik-adik.
Nah, dari tujuan tersebut kita harus merasa bukan apa-apa jika tidak mencapainya. Kita harus merasa akan benar-benar terpuruk jika tidak mencapainya. Jika hal itu sudah kita rasakan, maka selamat. Kamu sudah menemukan motivasi terbesar. Dan aku percaya, kalian akan mencapainya dengan penuh suka-cita meski sesekali akan terluka.
Tapi, apakah benar mencapai tujuan semudah itu?
Maaf, dengan berat hati harus kujawab. Tidak.
Benar, tidak mudah menggapai semua itu. Karena menginginkan sesuatu berbeda jauh dengan memiliki rencana tertulis yang jelas untuk mendapatkannya. Tidak berhenti pada menentukan apa tujuan kita. Karena harus ada rencana yang konkret untuk mencapainya.
Sebab rencana ini akan membuatmu melewati gunung-gunung yang menghadang, atau mengitarinya jika tidak bisa mendakinya. Bahkan meski tidak bisa mengitarinya, kamu tetap akan membuat terowongan. Dengan rencana-rencana itu, sebuah impian terasa begitu nyata. Kita bisa membayangkannya di pelupuk mata, semakin jelas, dan semakin dekat dari hari ke hari. Sejalan dengan rencana-rencana yang kita kerjakan hari demi hari.
Orang yang menyusun rencana ini tidak kenal apa arti ketidakberdayaan atau putus asa. Sebab mereka selalu mencari pembelajaran dari kegagalan. Mereka mengevaluasi kegagalan dan mengoreksi rencana agar lebih baik. Seolah dari setiap kegagalan dia mendapat satu kunci untuk membuka tabir-tabir rahasia yang sebelumnya tidak mereka ketahui. Yaitu pelajaran penting yang sebelumnya mereka tidak tahu namun berkat kegagalan semuanya jadi semakin jelas.
Sepenting itu menentukan tujuan hidup. Sebab tanpa kita ketahui apa yang benar-benar kita ingin. Tidak ada rencana yang bisa disusun untuk mendapatkannya. Hidup akan seperti anak panah yang tak punya target bidikan. Tujuan hidup membuat kita lebih fokus mencapai apa yang benar-benar kita inginkan, dan tahu harus menolak hal-hal yang akan menghambat rencana.
Karena matahari saja perlu kaca pembesar untuk membakar sesuatu, kaca pembesar memfokuskan cahaya matahari agar terkumpul di suatu titik lalu membakar objek yang diinginkan. Menghindari pemborosan waktu, langsung tepat ke inti yang kita inginkan.
Tahukah kamu, tanpa sadar ketika sedang mengerjakan rencana demi rencana kamu menjadi lebih keren? Karena kamu sadar hidup ini sepenuhnya adalah tanggung jawabmu. Sukses atau gagal itu adalah pilihanmu, dan kamu bertanggung jawab untuk membuat hidupmu lebih baik.
Selamat, kamu sudah mempercayai diri sendiri bahwa bisa menaklukan goals itu. Sampai jumpa dalam situasi yang lebih baik dengan dirimu yang jauh lebih baik.

You Might Also Like

0 comments: