Dari Jalan Kaki Hingga Kendaran Paling Canggih Didunia

April 29, 2019 Mimia Mia 0 Comments

Perubahan Peradaban Baru dalam Bertranspotasi


Google

Menjadi bagian dari era milenial adalah hal yang luar biasa. Menyaksikan bagaimana perubahan teknologi sangat tampak dan mengubah pola kehidupan sehari-hari. Hal ini dapat dilihat dari kecepatan internet yang meningkat, perubahan transportasi yang semakin baik, dan inovasi smathphone yang terus update. Dahulu handphone hanya dapat digunakan untuk mengirim pesan, menerima dan melakukan panggilan telepon, namun kini sebuah kotak tipis yang dapat digenggam itu, dapat memunculkan wajah penggunanya (video call), serta dilengkapi fitur-fitur canggih lainnya. Berbagai teknologi tebaru yang dulunya merupakan mimpi belaka, dan tidak pernah dibayangkan, kini satu persatu unjuk diri sebagai alat-alat canggih.

 Sobat semua tahu tentunya, mengenai cerita leluhur kita yang masih berjalan kaki, dan menggunakan sepeda ontel dalam kegiatan sehai-harinya. Bukan dengan alasan menjaga kesehatan dan olahraga, melainkan karena belum adanya transportasi lain yang bisa digunakan. Menempuh puluhan kilometer dengan berjalan kaki atau menggunakan sepeda, merupakan hal yang melelahkan, dan kini menjadi hal yang sulit dibayangkan, betapa lelahnya hal tersebut bagi generasi milenial saat ini.



Sobat bisa bertanya kepada kakek dan nenek yang mungkin masih bersama hingga saat ini, bagaimana orang tua zaman dulu melakukan aktivitas sehari-hari dengan transportasi seadanya. Dalam berbagai cerita zaman dulu, disebutkan sebuah ramalan yang mengatakan bahwa di masa depan nanti akan ada “terong” yang dapat menyala. Sobat tentu tahu kan sayuran terong yang memiliki warna hijau atau ungu yang satu ini.

Ramlan itu akhirnya terbukti, ketika Tomas Alva Edison menemukan bola lampu pijar yang mengubah dunia. Terong itu pun kini kita kenal dengan istilah lampu. Sebuah bola yang memancarkan sinar dengan tenaga listrik.

Google

Belum meratanya pembangunan jalan di daerah-daerah, menjadi salah satu factor yang memperlambat mobilitas barang. Sepeda motor misalnya, meski sepeda motor mulai ada di Indonesia sejak masa penjajahan Belanda, namun untuk pesebarannya baru terasa akhir-akhir ini, kira-kira dalam rentan waktu 1960-an sampai sekarang. Dimana infrastruktur sudah sangat membaik dan berkembang, meski masih ditemukan beberapa ketimpangan pembangunan infrastruktur di daerah luar Pulau Jawa. Ini merupakan hal wajar, mengingat kondisi geografis Negara kita yang berbentuk kepulauan dengan alam yang masih murni di berbagai pulau.

Saat ini sepeda motor bukan lagi barang mewah, hampir setiap lapisan masyaakat memilikinya. Harga motor yang dahulunya lebih mahal dari harga tanah, dalam waktu sekejap berbalik keadaannya. Begitu pula dengan mobil. Mobil bukan lagi kendaraan mewah dan telah menjadi kendaraan pribadi yang umum dimiliki setiap orang.

Namun, murahnya harga motor dan mobil saat ini, menimbulkan masalah baru, yaitu kemacetan yang meningkat. Perilaku masyarakat yang sangat konsumtif dengan peningkatan yang sangat cepat, tanpa dibarengi pembangunan infrastruktur yang seimbang ini lah, yang menjadi salah satu faktor penyebab kemacetan. 

Google

Meski demikian pemerintah terus melakukan upaya-upaya perbaikan dalam memajukan transportasi. Kemajuan transportasi di Negara-negara asing pun menjadi acuan bagi Indonesia untuk terus berkembang dan terus memperbaiki transportasi yang ada, demi kenyamanan masyarakat, dan dengan harapan Negara Indonesia menajadi negara yang lebih maju kedepannya. 

Google

Perbaikan transportasi umum seperti bus dan kereta dilihat sangat kentara perubahannya. Adanya bus trans di beberapa kota yang cukup membantu masyarakat, dengan tarif yang dinilai lebih murah merupakan sebuah kemajuan di bidang transportasi umum. Dibandingkan dahulu, ojek dan angkot menjadi satu-satunya pilihan. Dimana jika dibandingkan, tarifnya tentu lebih mahal ojek atau angkot.

Pengadaan KRL (Kereta Rel Listrik), MRT (Mass Rapid Transit) yang baru-baru ini eksis dioprasikan di ibukota, dan LRT (Light Rail Transit). Cukup ramai diperbincangkan.

1 April 2019, MRT mulai dioprasikan. MRT menjadi solusi terbaru bagi kemajuan transportasi di kota Jakarta. Fasilitasnya yang baik dan nyaman memberi kepuasan bagi penggunanya. Diharapkan MRT menjadi salah satu solusi untuk mengurangi tingginya kemacetan di ibukota.

Tak hanya MRT, LRT juga diharapkan segera menyusul untuk berkontribusi dalam mengatasi kemacetan.

“Tinggal Tentukan Tanggal, LRT Jakarta Siap Beroprasi” judul sebuah artikel yang di rilis Kompas.com.

“Dari kami, dari segi kesiapan beroprasi sudah siap 100 persen,” kata Corporate Communication PT LRT Jakarta Santy Pradayini kepada Republika.co.id, Ahad (28/4).

Menurut Republika.co,id, LRT siap dioprasikan, hanya tinggal menunggu tanggal yang ditetapkan oleh Pemprov DKI Jakarta.

Beralih dari persoalan transportasi kereta yang semakin maju, ada transportasi lain yang ikut mendampingi kemajuan transportasi dunia. Meski belum tersebar luas, dan tak memiliki kemungkinan untuk menjadi alat transportasi utama, alat transportasi ini bisa dijadikan acuan untuk perkembangan yang inovatif untuk terus dipelajari, sehingga menciptakan penemuan-penemuan yang lebih baru.

1. Hyundai IONIQ SCUTER

Google

Sobat tentu kenal transportasi yang melekat pada tokoh Teletubis ini. Sebuah scooter listrik lipat yang sangat simpel, memiliki bobot ringan, sehingga mudah di tenteng. Tentunya sebelum menggunakan MRT atau LRT dan transportasi umum lainnya, kita terlebih dahulu akan menggunakan alat transportasi untuk menuju stasiun atau halte bus jika hendak berpergian. 


Google

Bagi mereka yang bertempat tinggal di dekat stasiun dan halte mudah saja, cukup dengan berjalan kaki. Tapi bagi masyarakat yang tinggal relatif jauh dari stasiun atau halte, tentu membutuhkan alat transportasi lain dari rumah untuk menuju lokasi pemberhentian bus atau kereta. Nah, sobat dapat menggunakan alat yang satu ini. Layanan ojek online memang sudah cukup menjadi solusi saat ini, tapi tentunya Ioniq Scooter ini akan menjadi trobosan yang cukup bagus di masa mendatang. Karena mudah di tenteng dan simple, alat ini tak akan merepotkan untuk dibawa kemana-mana, bahkan Ioniq Scooter ini bisa dibuka dengan satu tangan saja.


Untuk membuatnya melaju, pengendaranya cukup menekan tuas pada ATV, sedang untuk pengereman cukup menekan tuas rem ban belakang, atau melepas tekanan pada tuas ATV.

Sebagai penerangan, alat ini memiliki lampu depan dan belakang. Terdapat pula sensor yang dapat mendeteksi kapan scooter listrik ini, aman untuk dinaiki dan dikendarai.

2.  Hover Car, Volkswagen



Volkswagen (VW), adalah sebuah pabrikan otomotif berbasis di Wolfsburg, Lower Saxony, Jerman yang memiliki dan mengungkap gagasan mobil masa depan untuk rakyat China ini. Sobat tentu pernah melihatnya dalam film animasi Doraemon yang berjudul “Stand By Me”, sebuah kendaraan yang digunakan oleh Nobita dewasa. Sangat menarik, karena sebuah mobil yang luar biasa ini, ternyata mungkin untuk diproduksi secara masal.

Google
Hover car VW ini menganut teknologi levitasi elektromagnetik yang membuatnya mampu melayang di udara, dan dilengkapi sensor canggih, salah satunya sensor jarak untuk mengantisipasi terjadinya benturan atau kecelakaan.

3. Walkcar

Walkcar diciptakan oleh Insinyur dari Jepang, dimana merupakan alat transportasi terkecil di dunia. Walkcar terbuat dari bahan aluminium yang mampu menahan beban hingga 120 kg, walaupun fungsinya seperti mobil, tetapi alat ini beratnya hanya 2-3 kg saja.

Google
Walkcar ini mampu berjalan dengan tenaga baterai yang harus diisi selama tiga jam. Kecepatannya mampu mencapai 10 km per jam, dengan jarak sejauh 12 km. Alat ini dibandrol dengan harga kira-kira 100.000 yen, atau sekitar 9 jutaan.

Secara sekilas alat ini tak jauh beda dengan Smartwheel. Meski bedasarkan spesifikasi dan  harga tentu jauh berbeda.

Jadi Sobat mau pilih kendaraan yang mana nih, untuk berpartisipasi dalam era berteknologi tinggi saat ini?

You Might Also Like

0 comments: