Bagaimana Cara Menghadapi Kegagalan?

March 20, 2019 Mimia Mia 0 Comments

Pinterest



Sekuat apa pun manusia, sepintar apa pun, sekuasa apa pun dirinya dalam sebuah komunitas. Tentu, walau hanya sekali akan merasai yang namanya sebuah kegagalan. Namun sungguh disayangkan jika diri merasa lemah dan mengambil jalan pintas yang tak kan membuahkan hasil seperti, bunuh diri. Tak ada alasan apa pun untuk membenarkan hal ini kecuali memang ia telah menyerah akan segalanya.

Membicarakan jalan pintas, beberapa orang mengambil jalan pintas bukan dengan bunuh diri, tetapi berbuat curang. Meski bukan hal yang baik tetapi hal ini masih memberikan kesempatan di masa depan. Dan menjadi tugas setiap orang untuk mendampingi orang-orang yang berbuat curang untuk menyadari kesalahan mereka.

Namun bukan berarti untuk berlembek-lembek kepada mereka yang telah merampas hak jutaan orang seperti teroris dan koruptor.

 Kita tak harus bunuh diri ketika gagal atau melakukan sebuah kecurangan, karena akan selalu ada kesempatan selama ajal belum datang. Bahkan seseorang yang difonis penyakit mematikan bisa sembuh atau jika tidak, bukankah yang sehat pun akan mati?

Ada beberapa hal yang harus kita perhatikan dan praktekan ketika menghadapi kegagalan.

1.      Istirahatlah

Kegagalan layaknya sebuah bom. Ia tak terprediksi dan layaknya sebuah ledakan yang mengejutkan. Dalam beberapa kasus, kegagalan dapat menyebabkan serangan jantung dan penyakit lainnya. 

Meski banyak yang tak terserang penyakit, bom kegagalan ini tentu masih dapat dirasa. Bagi mereka yang sehat, merasai kegagalan layaknya lumpuh sesaat atau tubuh seperti merasakan nyeri yang luar biasa.

Dengan luka yang demikian hebat, akan terasa menyakitkan untuk langsung bertempur dengan luka itu dan mengabaikannya. Maka istirahatlah!

Berhenti sejenak dalam jangka waktu tertentu, untuk menerima kegagalan. Berdamai dengan kenyataan bahwa apa yang amat diinginkan tak tercapai. Jangan peduli dengan orang yang berkomentar tanpa tahu keadaan sesungguhnya.

Setiap orang tahu bahwa kegagalan menyakitkan. Tapi tanamkan dalam diri bahwa ini bukanlah akhir. Lakukan berbagai cara yang sesuai untuk menenangkan diri dan berpikir jernih. Menemui orang-orang terkasih atau mengunjungi tempat-tempat yang baik. Mengurung diri bukanlah solusi, meski waktu untuk sendirian itu perlu.

2.      Berpikirlah

Hanya karena gagal, bukan berarti kita adalah orang yang gagal. Kegagalan bukanlah karakter bawaan hingga melekat pada diri seseorang. Tak ada manusia yang lahir sebagai orang yang gagal.

Setelah menerima kenyataan dan menenangkan diri. Menganalisa diri dari apa yang telah dilakukan di waktu yang lalu cukup penting untuk menemukan kesalahan-kesalahan yang terlewat. Ketika sibuk bekerja dan fokus pada sebuah tujuan, sangat wajar melakukan kesalahan-kesalahan kecil yang terlupa. Menemukan kesalahan ini adalah hal yang penting untuk membangun kembali kepercayaan diri dan menghilangkan rasa ragu-ragu.

Ketika telah menemukan kesalahan tersebut, maafkanlah kesalahan tersebut. Menyesal adalah hal yang sangat baik untuk kekuatan melakukan hal yang baik mendatang. Tetapi jangan pernah terlalu berlebihan sehingga dapat menyiksa diri.

Jadi sangat penting mengetahui apa yang membuatmu gagal.

3.      Temukan Inspirasi

Demikian banyak kisah tentang bagaimana seseorang demikian terpuruk akan kegagalannya dan akhirnya sukses mencapai apa yang ia inginkan. Cerita semacam ini bertebaran dimana pun dan sering kita dengar. Seperti kisah yang demikian mahsyur yaitu Thomas Edison yang dikabarkan gagal 10.000 kali untuk menemukan bola lampu.

Jika kisah orang-orang hebat tersebut masih tak cukup untuk memotivasi diri beranjak dari kegagalan, maka carilah yang lebih dekat. Orang yang kita kasihi misalnya. Membuat orang terkasih bahagia adalah kebahagiaan bagi diri kita. Nasehat dan penyemangat dari mereka adalah hal yang bisa dijadikan motivasi untuk bangkit.

Temui teman-teman lama yang pernah berjuang bersama. Dan lakukan hal-hal yang dapat memunculkan inspirasi. Setiap orang memiliki cara berbeda dalam menemukan inspirasi. Membaca, menonton film, memotret, mengamati lukisan dan banyak hal lain yang dapat dilakukan.

Nikmati proses untuk bangkit. Waktu yang telah diluangkan untuk pemulihan tak kan menyebabkan seseorang mengalami kemunduran dan ketertinggalan. Ketika harus menyadari bahwa satu tangga tercipta untuk dinaiki dan setiap tangga yang tercipta akan ada halangan yang berbeda dan tingkat kesulitan yang lebih.

Jangan pernah menjadikan orang lain sebagai acuan untuk sukses. Bukan hal baik menempatkan diri sebagai orang yang lebih daripada orang lain sehingga menimbulkan kesombongan. Cukup jadikan orang lain sebagai motivasi, sehingga kita tak merasa tertinggal dari siapa pun. Karena sukses tak terikat usia sekian dan sekian.

4.      Bergeraklah

Kegagalan adalah pondasi, ia harus dijadikan kekuatan untuk memperkuat usaha yang dilakukan kedepannya.

Satu pergerakan gagal maka lakukan pergerakan lainnya. Bergeraklah.

Berusaha dan terus berusaha.

Ketika gagal menempuh suatu jalan, maka laluilah jalan lain.

Ketika rencana A gagal maka jalankan rencana B dan seterusnya.

Selama waktu terus bergulir dalam kehidupan, maka tak ada kesempatan untuk berhenti.

You Might Also Like

0 comments: