Bagaimana Cara Menghadapi Kegagalan?
![]() |
Sekuat apa pun manusia, sepintar apa pun, sekuasa apa
pun dirinya dalam sebuah komunitas. Tentu, walau hanya sekali akan merasai yang
namanya sebuah kegagalan. Namun sungguh disayangkan jika diri merasa lemah dan mengambil
jalan pintas yang tak kan membuahkan hasil seperti, bunuh diri. Tak ada
alasan apa pun untuk membenarkan hal ini kecuali memang ia telah menyerah akan
segalanya.
Membicarakan jalan pintas, beberapa orang mengambil
jalan pintas bukan dengan bunuh diri, tetapi berbuat curang. Meski bukan hal
yang baik tetapi hal ini masih memberikan kesempatan di masa depan. Dan menjadi
tugas setiap orang untuk mendampingi orang-orang yang berbuat curang untuk
menyadari kesalahan mereka.
Namun bukan berarti untuk berlembek-lembek kepada
mereka yang telah merampas hak jutaan orang seperti teroris dan koruptor.
Kita tak harus
bunuh diri ketika gagal atau melakukan sebuah kecurangan, karena akan selalu
ada kesempatan selama ajal belum datang. Bahkan seseorang yang difonis penyakit
mematikan bisa sembuh atau jika tidak, bukankah yang sehat pun akan mati?
Ada beberapa hal yang harus kita perhatikan dan
praktekan ketika menghadapi kegagalan.
1.
Istirahatlah
Kegagalan layaknya sebuah bom. Ia tak terprediksi dan layaknya sebuah
ledakan yang mengejutkan. Dalam beberapa kasus, kegagalan dapat menyebabkan
serangan jantung dan penyakit lainnya.
Meski banyak yang tak terserang
penyakit, bom kegagalan ini tentu masih dapat dirasa. Bagi mereka yang sehat,
merasai kegagalan layaknya lumpuh sesaat atau tubuh seperti merasakan nyeri
yang luar biasa.
Dengan luka yang demikian hebat, akan terasa menyakitkan untuk langsung
bertempur dengan luka itu dan mengabaikannya. Maka istirahatlah!
Berhenti sejenak dalam jangka waktu tertentu, untuk menerima kegagalan.
Berdamai dengan kenyataan bahwa apa yang amat diinginkan tak tercapai. Jangan
peduli dengan orang yang berkomentar tanpa tahu keadaan sesungguhnya.
Setiap orang tahu bahwa kegagalan menyakitkan. Tapi tanamkan dalam diri
bahwa ini bukanlah akhir. Lakukan berbagai cara yang sesuai untuk menenangkan
diri dan berpikir jernih. Menemui orang-orang terkasih atau mengunjungi
tempat-tempat yang baik. Mengurung diri bukanlah solusi, meski waktu untuk
sendirian itu perlu.
2.
Berpikirlah
Hanya karena gagal, bukan berarti kita adalah orang yang gagal.
Kegagalan bukanlah karakter bawaan hingga melekat pada diri seseorang. Tak ada
manusia yang lahir sebagai orang yang gagal.
Setelah menerima kenyataan dan menenangkan diri. Menganalisa diri dari apa
yang telah dilakukan di waktu yang lalu cukup penting untuk menemukan
kesalahan-kesalahan yang terlewat. Ketika sibuk bekerja dan fokus pada sebuah
tujuan, sangat wajar melakukan kesalahan-kesalahan kecil yang terlupa.
Menemukan kesalahan ini adalah hal yang penting untuk membangun kembali kepercayaan
diri dan menghilangkan rasa ragu-ragu.
Ketika telah menemukan kesalahan tersebut, maafkanlah kesalahan
tersebut. Menyesal adalah hal yang sangat baik untuk kekuatan melakukan hal
yang baik mendatang. Tetapi jangan pernah terlalu berlebihan sehingga dapat
menyiksa diri.
Jadi sangat penting mengetahui apa yang membuatmu gagal.
3.
Temukan
Inspirasi
Demikian banyak kisah tentang bagaimana seseorang demikian terpuruk akan
kegagalannya dan akhirnya sukses mencapai apa yang ia inginkan. Cerita semacam
ini bertebaran dimana pun dan sering kita dengar. Seperti kisah yang demikian
mahsyur yaitu Thomas Edison yang dikabarkan gagal 10.000 kali untuk menemukan
bola lampu.
Jika kisah orang-orang hebat tersebut masih tak cukup untuk memotivasi
diri beranjak dari kegagalan, maka carilah yang lebih dekat. Orang yang kita
kasihi misalnya. Membuat orang terkasih bahagia adalah kebahagiaan bagi diri
kita. Nasehat dan penyemangat dari mereka adalah hal yang bisa dijadikan motivasi
untuk bangkit.
Temui teman-teman lama yang pernah berjuang bersama. Dan lakukan hal-hal
yang dapat memunculkan inspirasi. Setiap orang memiliki cara berbeda dalam
menemukan inspirasi. Membaca, menonton film, memotret, mengamati lukisan dan
banyak hal lain yang dapat dilakukan.
Nikmati proses untuk bangkit. Waktu yang telah diluangkan untuk
pemulihan tak kan menyebabkan seseorang mengalami kemunduran dan
ketertinggalan. Ketika harus menyadari bahwa satu tangga tercipta untuk dinaiki
dan setiap tangga yang tercipta akan ada halangan yang berbeda dan tingkat
kesulitan yang lebih.
Jangan pernah menjadikan orang lain sebagai acuan untuk sukses. Bukan hal
baik menempatkan diri sebagai orang yang lebih daripada orang lain sehingga
menimbulkan kesombongan. Cukup jadikan orang lain sebagai motivasi, sehingga
kita tak merasa tertinggal dari siapa pun. Karena sukses tak terikat usia
sekian dan sekian.
4.
Bergeraklah
Kegagalan adalah pondasi, ia harus dijadikan kekuatan untuk memperkuat
usaha yang dilakukan kedepannya.
Satu pergerakan gagal maka lakukan pergerakan lainnya. Bergeraklah.
Berusaha dan terus berusaha.
Ketika gagal menempuh suatu jalan, maka laluilah jalan lain.
Ketika rencana A gagal maka jalankan rencana B dan seterusnya.
Selama
waktu terus bergulir dalam kehidupan, maka tak ada kesempatan untuk berhenti.


0 comments: